Jumat, 13 Oktober 2017

Artikel Komputer & Masyarakat

1. Artificial Intelligence












Mengutip Forbesartificial intelligence atau kecerdasan buatan memang bukan hal baru. Dari waktu ke waktu, kecerdasan buatan terus berkembang. Pun demikian dengan machine learning. Para ahli menyebut, sepanjang 2017, makin banyak perangkat yang bakal dibekali kecerdasan buatan danmachine learning.
Tahun 2017 diramalkan jadi waktu persaingan berbagai perusahaan besar seperti Google, Amazon, Apple, dan IBM dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan mereka di produk masing-masing. Oleh karenanya, perkembangan dan penggunaan machine learning akan meluas di dunia teknologi.


2Virtual Reality dan Augmented Reality

Virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) memang marak diperkenalkan kepada konsumen tahun lalu dan penggunaannya terus meluas pada 2017. Hal itu tak lepas dari peran berbagai perusahaan yang merilis aplikasi, perangkat, dan gim dengan teknologi ini.
Tahun 2017 diramalkan akan menjadi kunci bagi pengembangan VR dan AR. Apalagi, kini makin banyak perusahaan yang memantapkan diri mengembangkan teknologi ini lebih serius.
Penggunaannya pun tak cuma untuk gim, VR dan AR bisa dipakai dalam berbagai hal, misalnya memasarkan sebuah produk melalui pengalaman di dunia maya menggunakan VR. Sementara, AR bisa dipakai untuk mendukung bisnis digital seperti e-commerce dan masih banyak lainnya.
Dengan membayar Rp 184 ribu, penonton akan memasuki teater, duduk di kursi dan disuguhkan Samsung Gear VR serta headphone Seinnheiser HD 201.


3. Video

Perkembangan jaringan internet cepat disebut-sebut bakal mendukung konsumsi video oleh pengguna smartphone. Terbukti, kini berbagai perusahaan teknologi raksasa fokus menggarap layanan video masing-masing. Sebut saja jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg, Facebook.

Bahkan, Wakil Presiden Facebook Eropa Nicola Mendelsohn saat diwawancara Fortune menyebut, masa depan Facebook ada di perangkat mobile dan video. Tanpa ragu, ia juga mengungkap, konsumsi video sejauh ini terus meningkat. Begitu juga dengan Snapchat yang gencar mengembangkan layanan berbasis videonya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar